Pada Sabtu pagi ini - saat berjalan melewati lorong2 kelas saya dipanggil penjaga sekolah utk masuk ke ruang UKS. Ruang ini biasanya selain digunakan utk istirahat anak yg sakit juga digunakan sbg tempat isolasi anak2 yg kersurupan. Saya dipanggil krn dulunya pernah membantu meruqyah siswi yg kesurupan. Di ruang ini terbaring seorang siswi belasan tahun dgn dipegang oleh teman2 perempuannya serta beberapa orang guru. Saya berwudu dan membaca doa2 perlindungan diri. Kemudian saya ambil segelas air dan dibacakan surah alfatihah, al ikhlas, al falaq, an naas, & ayat kursi masing-masing 3 kali. Seblumnya sdh ada seorang guru yg meminumkan air ruqyah dan siswi tersebut tenang. Tapi tidak lama kemudian ia mulai berulah lagi. Ia merapatkan giginya dan memberontak dengan sekuat tenaga agar dilepaskan. Tapi tetap ditahan oleh yg lainnya. Kemudian saya bacakan S. Almukminun:15 di kupingnya berulang-ulang. Ia mulai tenang. Saya kemudian meminta siswi mengambil air putih yg telah diruqyah kemudian dibasuhkan ke muka dan kepala. Air ini tidak bisa diminumkan karena ia menutup mulut rapat-rapat. Namun kemudian Ia mulai tenang. Tidak lama ia mulai memberontak lagi. Saya kemudian membaca surah Yasin:9 berulang-ulang. Kemudian ia tenang dan tidur sebentar. Setelah itu saya coba teman2putrinya mendudukkannya dan iapun sadar dan saya minta teman2nya meminumkan air ruqyah tsb. Kemudian saya bimbing ia untuk ruqyah mandiri dengan membaca al ikhlas, al falaq, dan an naas kemudian diusapkan ke seluruh tubuh sebanyak 3x. Ia pun bisa berjalan menuju kelas kemudian ke surau sekolah. Sekitar 10 menit, ia berjalan dari surau menuju kelas. Tapi saat menuju lorong2 sekolah, tiba2 ia mulai kerasukan lagi dan dibawa kembali ke ruang UKS.
Saat di ruang UKS, saya bacakan al fatihah, al ikhlas, al falaq, an naas, ayat kursi, al mukminun:15. Tetapi aneh tidak berpengaruh. Ia malah tertawa dan mengancam ingin membunuh semua orang yg ada di ruangan tsb. Saya katakana “ukhruj biidznillah” ia malah meledek saya “ngomong apa tu orang”. Saya menahan tawa dan jengkel juga tentunya. Kemudian saya katakan “keluarlah, tempatmu bukan di sini”. Ia menjawab “ndak mau, saya suka dia”. Dialog ini berlangsung lama sekali. Dan ini terasa mengganggu terlebih lagi suara gaduh dari luar ruang di mana anak2 lainnya mengintip apa yg sdg terjadi. Guru2 di ruang UKS juga marah bergantian. Ada yg sdg menelpon seseorang utk datang krn panik melihat proses ruqyah berlangsung lama. Saya hanya berharap agar jangan sampai yg ditelpon itu adalah kikun atau uskun. Saya berpikir keras apa yg mesti dilakukan. Say baca lagi ayat2 yg saya hapal seperti Yasin:9, Al Haqqah:30-32 dan ayat2 ruqyah pendek lainnya. Namun belum tampak pengaruhnya. Saya berdoa memohon kpd Allah agar dimudahkan dlm urusan ini. Tidak lama kemudian seorang guru membentaknya dan menyuruhnya keluar. Aneh pikir saya. Ia diam sejenak dan segera keluar. Ia pun tertidur selama beberapa menit lalu sadar. Saat sadar, ia ditanya apa yang dirasakan sebelum ia kerasukan. Jawabnya ia melihat sesuatu yang menakutkan di dalam kelasnya. Semoga tidak terjadi lagi di hari-hari berikutnya. Ya, Allah lindungi kami dan bimbinglah kami agar istiqomah dalam ketaatan kepadaMu, aamiin.
Saat di ruang UKS, saya bacakan al fatihah, al ikhlas, al falaq, an naas, ayat kursi, al mukminun:15. Tetapi aneh tidak berpengaruh. Ia malah tertawa dan mengancam ingin membunuh semua orang yg ada di ruangan tsb. Saya katakana “ukhruj biidznillah” ia malah meledek saya “ngomong apa tu orang”. Saya menahan tawa dan jengkel juga tentunya. Kemudian saya katakan “keluarlah, tempatmu bukan di sini”. Ia menjawab “ndak mau, saya suka dia”. Dialog ini berlangsung lama sekali. Dan ini terasa mengganggu terlebih lagi suara gaduh dari luar ruang di mana anak2 lainnya mengintip apa yg sdg terjadi. Guru2 di ruang UKS juga marah bergantian. Ada yg sdg menelpon seseorang utk datang krn panik melihat proses ruqyah berlangsung lama. Saya hanya berharap agar jangan sampai yg ditelpon itu adalah kikun atau uskun. Saya berpikir keras apa yg mesti dilakukan. Say baca lagi ayat2 yg saya hapal seperti Yasin:9, Al Haqqah:30-32 dan ayat2 ruqyah pendek lainnya. Namun belum tampak pengaruhnya. Saya berdoa memohon kpd Allah agar dimudahkan dlm urusan ini. Tidak lama kemudian seorang guru membentaknya dan menyuruhnya keluar. Aneh pikir saya. Ia diam sejenak dan segera keluar. Ia pun tertidur selama beberapa menit lalu sadar. Saat sadar, ia ditanya apa yang dirasakan sebelum ia kerasukan. Jawabnya ia melihat sesuatu yang menakutkan di dalam kelasnya. Semoga tidak terjadi lagi di hari-hari berikutnya. Ya, Allah lindungi kami dan bimbinglah kami agar istiqomah dalam ketaatan kepadaMu, aamiin.

No comments:
Write comments